Fotokopian Gelombang

cerita ini bersifat mengayami tapi hanya untuk hiburan dan bikin tertawa saja.

abis selesai sebuah acara di suatu tempat
anak-anak : aus nih gw / Iya gw jg nih / Gw jg . . . . . .
                   (pada keausan)
qiqi : yaudah dah gw ambilin
anak-anak : gw jg dong qi / Gw jg qi ......
                   (pada nitip dan mesen)
qiqi : ayo ayo sypa lagi
yg laen : gw qi / gw qi
qiqi : lapan, sembilan
tara : gw jg qi
qiqi : sepuluh
gidson : itu apaan sih tar
tara : (spontan) Fotokopian Gelombang
gidson : (langsung ngangkat tangan) gw jg qi!!!!
tara : ahahahahahahahahaha
gidson : ah apaan si tar, dink apaan si dink??
adink : minum
gidson : a********, gw diayamin
tara : ahahahahahahahaha
gidson : t***** lw tar, ogah dah gw nanya lw lagi, diayamin mulu gw
tara : ahahahahahahahahahahahahahaha (cuma bisa tertawa)

Share


ENGAP-2

tara : fer, engap gak lw
fery : iya engap gw
tara : yah salah fer, harusnya lw 'waelah' dulu, kayak telor kemaren
fery : kagak, soalnya ni dari awal gw udah ngerasa engap
tara : hahaha asin banget fer
fery : iya, ini si garem sedandang dikasih kuah hahahaha
tara : wkwkwkwkwk

Share


Visualisasi Franck-Hertz Experiment

Franck-Hertz experiment merupakan eksperimen untuk mendukung model atom Bohr. Saya mendapatkan visualisasi dari Franck-Hertz yang sangat bagus dari http://phys.educ.ksu.edu/vqm/free/FranckHertz.html. Di situs ini kita dapat melihat atom Ne dan Hg bergerak ketika ada tegangan dari filamen dan grid. Kita dapat memvariasikan tegangan yang diberikan lalu mengamati apa yang terjadi dan kesesuaiannya dengan teori yang ada. Dari simulasi ini, kita semoga kita dapat lebih mudah memahami penjelasan dari buku eisberg dll mengenai Franck-hertz Experiment. Ini adalah gambar dari visualisasi yang saya lakukan :

dengan tegangan heater 5V

dengan tegangan heater 10V


Tapi kita harus menginstall adobe shockwave terbaru untuk dapat memainkan visualisasi ini. Bisa klik disini untuk download adobe shockwave-nya. Selamat mencoba....

Share


ENGAP (Templokin Garem)

Share

Cerita ini hanya khayalan dan imajinasi semata dari saya yang dibantu oleh seorang teman ketika sedang melawak. Oleh karena itu, demi menjaga perasaan orang-orang yang ada dalam khayalan dan imajinasi lawakan kami, maka nama dari orang selain saya dan orang lain yang berimajinasi untuk lawakan ini saya samarkan. Semoga tidak ada pihak-pihak yang tersinggung.


=======>


ENGAP

tara   : sur, gw ENGAP dah makan telor asin banget,
surti  : sama tar, gw juga ENGAP, pagi masak telor, templokin garem, siang dipanasin, templokin garem, malem dipanasin lagi, templokin garem lagi.
tina   : gw jg ENGAP tar,
tara   : napa tin??
tina   : ENGAP gw ngliat lw mondar mandir kesini terus...
tara   : ........ (terperanga)

dibantu oleh Fery Ardyansah S.


Schecter Synyster

reference and main article : http://guitars.musiciansfriend.com/product/



Dari namanya pasti pikiran kita langsung tertuju kepada Synyster Gates, gitaris avenged Sevenfold. Schecter Synyster memang gitar dengan signature model Synyster Gates yang diproduksi oleh Schecter Guitar Research. Berikut ini beberapa model dari Schecter Synyster :





Schecter Synyster Standard (BLACK Black)


Like the guitar Synyster plays, the Schecter Synyster Standard Electric Guitar has a Deathbat fretboard inlay with SYN in gothic letters and a gloss black finish with silver pin stripes. It's constructed with a mahogany body, bolt-on maple neck, rosewood fretboard, 2 Duncan Designed HB-108s, and a Floyd Rose-licensed tremolo.
Schecter Synyster Standard Features:
  • Mahogany body
  • Bolt-on maple neck
  • 25.5" scale
  • Rosewood fingerboard
  • 24 jumbo frets
  • Deathbat and gothic-font SYN custom fretboard inlays
  • 2 Duncan Designed HB-108 pickups
  • Vol/Tone controls
  • 3-way pickup selector
  • Floyd Rose-licensed bridge
  • Black binding
  • Grover tuners
  • Black hardware
  • Black finish with silver pin stripes
 Price : $699.00


Game House - CHAINZ


Bermula dari iseng-iseng karena gw takut masang game-game besar di laptop, akhirnya gw nyobain game Chainz, salah satu dari game house. Awalnya si cuma pengen nyobain doang, eh malah keasyikan. Chainz adalah game dimana kita menyambungkan 3 atau lebih rantai dengan warna yang sama, setelah itu rantai yang sudah disambungkan itu akan hancur. Kita melakukan ini sampai indikator rantai yang ada di sebelah kanan penuh. Chainz ini mempunyai 2 play mode, normal dan time attack. Dan juga terdiri dari beberapa round. Di setiap round pasti ada fitur tambahan yang berbeda. Sampai berapa roundnya?, gw juga gak tau, belom pernah maen sampai ada tulisannya tamat si, hehehe....


Derek Fisher


Ketika Lakers berhasil menjadi juara NBA musim lalu, mungkin lebih banyak yang memperbincangkan cincin juara kelima untuk Kobe Bryant atau pun cincin juara ke-11 untuk sang pelatih, Phil Jackson. Namun siapa sangka jika cincin juara yang dimiliki Derek Fisher jumlahnya sama dengan yang dimiliki Kobe. Atau apakah ada yang memperhatikan bahwa Kobe selalu meraih cincin juara ketika bermain bersama Fisher. Ya, Fisher meraih semua cincin juaranya ketika bersama Lakers dan Kobe, termasuk ketika Lakers melakukan 'three peat' maupun 'back to back' dua musim terakhir ini. Memang nama Fisher tenggelam di balik bayang-bayang dua superstar yang ada di Lakers saat ini, Kobe dan Pau Gasol. Atau kurang banyak diperbincangkan seperti halnya pemain muda Lakers, Andrew Bynum atau pun Jordan Farmar. Mungkin juga dikarenakan usia Fisher yang tidak muda lagi.


Buah Naga


Gara-gara buka puasa bikin es buah pake buah ini, jadi kepikiran pengen buat artikel tentang buah ini. Namanya buah naga (bokap bilang si buah kepala naga, hehehe...). Memang buah ini udah gampang banget didapetin, tapi karena gw jarang-jarang makan ni buah, jadi ngerasa buah ini langka (mungkin karena harganya yang mahal). Yang gw makan yang dagingnya warna putih, rasanya enak banget dan bikin segerrr apalagi dicampur dalam es buah. Bijinya kecil-kecil, enak banget pas dimakan buat digigit-gigit, nambahin texture yang beda buat di lidah. Abis nyari-nyari informasi tentang buah ini, ternyata buah naga ini punya sejarah juga sampe akhirnya bisa kita makan di Indonesia. Ternyata juga daging buahnya gak cuma putih, ada juga yang merah (kapan-kapan harus nyobain). Nah berikut ini artikel yang ingin gw bagiin yang gw dapet dari berbagai sumber antara lain : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/kombinasi-jus-1/, http://blog.unsri.ac.id/frozenthrone/health/khasiat-berbagai-tumbuhan-dan-buah-buahan-untuk-kesehatan/mrdetail/14207/
 Buah naga berukuran sebesar mangga gedong berwarna merah menyala, berkulit seperti sisik naga, dan memliki rasa yang manis,segar dan sedikit asam. Buah ini dapat diklasifikasikan ke dalam 4 jenis, yaitu naga daging putih (Hylocereu sundatus), naga daging merah (Hylocereus polyhizus), naga daging supeer merah (Hylocereus costraricensis), dan naga kulit kuning daging putih (Slenicerius megalanthus).
Masyarakat China Kuno menganggap buah naga lebih dari sekadar buah dengan beragam manfaat. Buah dengan kulit yang menyerupai sisik ular besar ini sering menjadi pendamping dua patung di meja altar persembahan. Setiap perayaan tahun Baru Imlek buah ini juga disajikan, dan menjadi salah satu sajian yang wajib ada karena diyakini membawa berkah. 
Padahal di tempat asalnya, Meksiko, buah naga justru dianggap sebelah mata. Baru setelah dibawa ke Vietnam, tanaman buah naga mulai dibudidayakan secara luas sebelum akhirnya berkembang ke negara Asia Tenggara. 
Di Vietnam buah naga kerap disebut Thanh long atau clever dragon sedangkan masyarakat China menyebutnya Feuy Long Kwa. Di daerah Meksiko, buah naga hadir dengan sebutan Pitahaya
  
Buah naga ini memiliki kandungan air, protein, lemak, serat pangan, beta karoten, kalsium, zat besi, fosfor, kalium, vitamin C,B1 dan B2, serta niasin.  Dengan adanya kandungan-kandungan tersebut maka buah naga dapat digunakan sebagai:  
  1. Menurukan kadar kolesterol;  
  2. Membantu proses penglihatan, eproduksi, dan metabolisme lainnya;  
  3. Menjaga keseimbangan sistem pencernaan;  
  4. Membantu kerja sistem peredaran darah, menetralkan toksik dalam darah, dan membantu stabilisasi gula darah;  
  5. Menguatkan fungsi ginjal dan tulang;  
  6. Sebagai ko-enzim dalam reaksi-reaksi yang menghsilkan energi dan karbihidrat serta memindahkan energi yang bersenyawa (sepert energi ATP);  
  7. Mencegah berkurangnya kandungan thiamin dalam tubuh yang dapat menyebabkan penakit beri-beri kering (polynueritis);  
  8. Menurunkan emosi dan meningkatkan kerja otak;  
  9. meningkatkan daya tahan tubuh;  
  10. Sebagai pencuci mulut sehabis makan;  
  11. Dapat mmenghaluskan kulit sehingga dapat tampil lebih cantik;  
  12. Menghambat pertumbuhan sel tumor.
Mantep banget kan, apalagi kalau buah ini kita konsumsi secara rutin. RECOMMENDED FRUIT!!!
Thanks to all sumber


Review Lagu






Avenged Sevenfold
Critical Acclaim

Songwriters: Baker, Zachary James; Haner, Brian Elwin; Sanders, Matthew Charles; Sullivan, James Owen


Shhh… quiet you might piss somebody off
Like me motherfucker you've been at it for too long
While you feed off others' insecurities
You stand in front of me and bite the hand that feeds

Self-righteousness is wearing thin

(Lies inside your head, your best friend)
I'll bleed but not for fellow men
(Broken glass, your fake reflection)

Telling them it's all for something real

Don't respect the words you're speaking
Gone too far
Acclaim

So how does it feel to know that someone's kid

in the heart of America has blood on their hands
fighting to defend your rights
so you can maintain a lifestyle
that insults his family's existence
Well, where I come from we have a special
salute waved high in the air
to all those pompous assholes
who spend their days pointing fingers
(Fuck You)

Shhh… quiet you might piss somebody off

Like the heartbeat of this country when antagonized too long
I'll be damned if you count me in as part of your generous hypocrisy
collected and amazed

Tabloid gossip we want less real

(There's no need for us to bury you)
Selfish agenda once again
(Right this way you've dug your own grave)

Telling them it's all for something real

Don't respect the words you're speaking
Gone too far
Acclaim

All the way from the east to the west we've

got this high society
looking down on their very foundation
constantly reminding us that our actions
are the cause of all their problems
Pointing their fingers in every
direction and blaming their
own nation for who wins elections
They've never contributed a fucking thing to the
country they love to criticize

Excuse the obscene, ignore the untrue

Depictions we see try and get through
Admitting mistakes can hurt
I'm not the last but I sure ain't the first

Shhh… quiet you might piss somebody off


Self-righteousness is wearing thin

(Lies inside your head your best friend)
Heart bleeds but not for fellow men
(Broken glass your fake reflection)

Telling them it's all for something real

Don't respect the words you're speaking
Gone too far
Acclaim


Avenged Sevenfold - Critical Acclaim lyrics | LyricsMode.com

Seperti kebanyakan lagu-lagu a7x, lagu ini juga memainkan emosi, feeling, dan perasaan dari pendengarnya lewat melodi-melodi lagu dan keaneka ragaman yang ada di lagu ini. sudah banyak yang berpendapat bahwa lagu ini memang salah satu the best songs dari a7x. Ketika mendengar lagu ini pun saya berpendapat yang sama. Lagu ini dapat membuat pendengarnya bersemangat seperti yang saya rasakan. Keseluruhan lagu ini sangat bagus dan sangat dianjurkan untuk dinikmati.

Lagu ini mempunyai melodi yang berbeda-beda, fast and slow, yang dipadukan dengan sangat apik. Di setiap melodinya diisi dengan vokal yang sangat pas, vokalnya berbeda-beda di setiap melodi, sangat menyatu dengan melodinya. Melodi dan vokal yang berbeda-beda ini membuat kita tidak bosan untuk mendengarkan lagu ini sampai habis. Walaupun saya masih belum dapat menangkap arti dari lirik lagu ini secara pasti dan masih ada perdebatan dalam lirik lagu itu apakah yang digunakan "acclaim" atau "a-clone", tetapi sangat sulit menemukan kekurangan dalam lagu ini. This song is Great!!


Radiologi dan Teknik Alexander

sumber : http://radiologi.fk.ui.ac.id/test_rad/main.php?page=artikel_detail&id=3




RADIOLOGI DAN TEKNIK ALEXANDER
Sebagian besar orang di Indonesia tidak mengenal teknik Alexander. Padahal di negara-negara lain, terutama di Eropa, teknik ini sangat dikenal orang dan telah diaplikasikan dalam berbagai bidang profesi maupun aktivitas rutin sehari-hari.

Teknik Alexander didefinisikan sebagai upaya mengorganisasikan sensasi pergerakan tubuh dalam ruang dan waktu, dengan cara meningkatkan kesadaran atas diri sendiri dan dunia luar. Mungkin anda pernah pada suatu waktu mengalami perasaan tertekan, pasif, letargi, bosan, depresi, dan merasa tidak berharga. Sebaliknya kadang-kadang anda juga merasa berada di puncak dunia, merasa hidup dan semua terkesan membahagiakan.

Adanya kesadaran untuk mengendalikan diri sendiri dapat memungkinkan kesatuan sistem-sistem dalam tubuh kita yang dapat memberikan kemudahan dan efisiensi dalam aktivitas sehari-hari.


The First Laser

The first laser
Charles H. Townes
from A Century of Nature: Twenty-One Discoveries that Changed Science and the World
Laura Garwin and Tim Lincoln, editors


When the first working laser was reported in 1960, it was described as "a solution looking for a problem." But before long the laser's distinctive qualities—its ability to generate an intense, very narrow beam of light of a single wavelength—were being harnessed for science, technology and medicine. Today, lasers are everywhere: from research laboratories at the cutting edge of quantum physics to medical clinics, supermarket checkouts and the telephone network.
Theodore Maiman made the first laser operate on 16 May 1960 at the Hughes Research Laboratory in California, by shining a high-power flash lamp on a ruby rod with silver-coated surfaces. He promptly submitted a short report of the work to the journal Physical Review Letters, but the editors turned it down. Some have thought this was because the Physical Review had announced that it was receiving too many papers on masers—the longer-wavelength predecessors of the laser—and had announced that any further papers would be turned down. But Simon Pasternack, who was an editor of Physical Review Letters at the time, has said that he turned down this historic paper because Maiman had just published, in June 1960, an article on the excitation of ruby with light, with an examination of the relaxation times between quantum states, and that the new work seemed to be simply more of the same. Pasternack's reaction perhaps reflects the limited understanding at the time of the nature of lasers and their significance. Eager to get his work quickly into publication, Maiman then turned to Nature, usually even more selective than Physical Review Letters, where the paper was better received and published on 6 August.
With official publication of Maiman's first laser under way, the Hughes Research Laboratory made the first public announcement to the news media on 7 July 1960. This created quite a stir, with front-page newspaper discussions of possible death rays, but also some skepticism among scientists, who were not yet able to see the careful and logically complete Nature paper. Another source of doubt came from the fact that Maiman did not report having seen a bright beam of light, which was the expected characteristic of a laser. I myself asked several of the Hughes group whether they had seen a bright beam, which surprisingly they had not. Maiman's experiment was not set up to allow a simple beam to come out of it, but he analyzed the spectrum of light emitted and found a marked narrowing of the range of frequencies that it contained. This was just what had been predicted by the theoretical paper on optical masers (or lasers) by Art Schawlow and myself, and had been seen in the masers that produced the longer-wavelength microwave radiation. This evidence, presented in figure 2 of Maiman's Nature paper, was definite proof of laser action. Shortly afterward, both in Maiman's laboratory at Hughes and in Schawlow's at Bell Laboratories in New Jersey, bright red spots from ruby laser beams hitting the laboratory wall were seen and admired.